Berisik
Berisik! “hai, suarakah disana?”
Di dalam terkaan malam,
Berselimut tepisan angin dalam sinar,
Yang seakan-akan keduanya saling
melawan.
Hanya aku. Memanggul dagu.
“hai, suarakah disana?”
Ngiung...ngiung...drek...drek...bem...beeeeem...
Suara itu, begitu tajam ditelingaku.
“ah...berisik!”
Ini bukan waktunya, “siapa yang harus
salah?”
Aku tetap termenung, menunduk dengan
pena.
Bella 2012
Awal, tengah,
akhir
Dunia ini
sempit,
Susah sekali
mendaki setengah langkah
Sudah mencoba berjalan
di awal
Namun sesekali
terhenti di tengah.
Kembali
melangkah di hadang rumput berliku,
Bayangan itu
seperti batas di akhir
Ku sentuh dengan
telapak kelima jariku
Ternyata,
jarakku masih jauh.
Entahlah,
Entah terlalu
jauh atau masih dekat
Memang,
Hidup ini
berawal tanpa akhir
Bella 2012
Maha karya
Hebat! Penemuan
bagus
Bahkan luar
biasa!
Kagum, kagum dan
selalu kagum
Kata itu manis,
keluar dari dua bibir
Bertepuk dua
tangan, uplouse!
Tak sadarkah,
Gunung,
Seperti paku
menguatkan bumi
Matahari,
Tertancap di
langit
Planet,
Tergantung di
angkasa
Bulan,
Indah di saat
purnama.
Tak sadarkah,
Sesungguhnya Dia
maha karya.
Bella 2012
Peri syndrom
Inilah nasibku
yang harus ku teteskan
air mata. Tidak
satu atau dua kali
meniti jalan
persis seperti itu
tetapi apa,
hasilnya omong
kosong
Rasanya tawar,
bahkan sakit
terlarut egois,
munafik.
Ingin ku curi
semua uang, emas,
berlian, perak
dan mutiara yang ada
di jamrud
khatulistiwa.
Aku gantikan
dengan mesin
Pemutar masa
lalu.
Tak kuat aku
ingin menebusmu kembali,
Merebutmu meski ku
korbankan denyut nadi ini
Oh...peri hati
Apakah masih ada
satu titik bolong jarum
kaput di dasar
hatinya untukku
atau aku tidak
akan melihat lagi
hati seperti dia
Bella 2012
Pencari sejati
Kasih sayang
pertama, ditinggalkan
Kasih sayang
kedua, pergi
Kasih sayang
ketiga, semu
Kasih sayang
keempat, proses
Adakah kasih
sayang kelima, keenam, ketujuh,
Bahkan
kesekaliannya?
Maaf, itu semua
tidak akan membuatku terlelah,
Menjadi pencari
dalam menemukan sejati
Itu saja cukup.
Bella 2012
Ini malam
Malam ini, satu
senyuman
Tebarkan pada
jiwa yang pilu
Harapan dalam
penghidupan
Mengapa itu
harus ada?
Adakah
seperuntungan?
Ada...
Karena dia hanya
muncul di kala senja.
Bella 2012
’11.45
Tiba-tiba
tembus, merasuk!
Sesosok asa
Yang terlihat
lugu, bak surgawi
Memang,
pelangiku tak seindah aurora di jiwamu!
Ada dia, dia ada
Kau dan aku
menyatu!
Ku harap...
“inilah sebuah
pengharapan zaman modernisasi ’11.45”
Bella 2012
Dua jendela
Tepatnya disini!
Dia yang berbaju
ungu itu,
Menatap orang
terselip awan.
Tak terdengar
deru-dera
Ya! Dia membisu
seperti batu
Menurutku itu
berarti,
Duduk diantara
dua jendela.
Bella 2012
Kepastian
Segeralah
hadir
Pasti
tak ragu berkata “ya”
Sebelum
terlambat
Mengatakan
“tidak”
Bella
2012
Renungan disaat
raja malam bertahta
Benar katamu
sobat,
Dia seseorang
yang kucari di setiap sujud
Ketika raja
malam masih bertahta
Salah besar jika
meragukannya
Oh...terima
kasih sang penguasa
Bella 2012
Tidak mengerti
Aku tau, kamu
tidak
Kamu tau, aku
tidak
Kita tau, tapi
tidak
Bella
2012
Api di batas air
Apel, ku cakar
lewat tembang
Entah merah,
biru bercucuran di tubuh pisau
Hati, selintas
terlihat kekar, mengambang
Kau
berdayung tak peduli kewujudanku, risau
Api di batas air
menuju ke hilir
Memamerkan
sebuah ketegaran
Sesekali padam
sesekali mengalir
Semoga kau sadar
arti kesabaran
Bella 2012
Sialan!
Sialan!
Orang-orang itu
jahat
Tak peduli kulit
terpahat
Lambaian setan
berbujuk sesat
Bukan
kebijaksanaan yang tepat
Yang jelas,
Aku butuh
perhatian
Bukan bualan.
Sialan!
Bella 2012
Pria
bersaputangan
Buat:
Mufidz
Saputangan 10 x 11 cm ukurannya
Kulihat persis di genggaman tangannya
Bagai telur putih dengan kuningnya
Terlambang unik kebersamaannya
Entah kasar atau lembut kainnya
Saputangan itu, terlalu baik hatinya
Keringat bagai santapan lezat baginya
Menemani berujung membelainya
Bella 2012
Toke
Baru kali ini
bulu kudukku angkat bicara
Mataku berjalan
jalan mengelilingi wilayah kawasan hingga perbatasan
Telingaku siaga
satu menyiapkan tim independen
Kakiku pun
sangat hati-hati menjalankan misinya
Satu...dua...tiga...action!
Terdengar
bisikan seperti memakai sebuah alat pengeras,
Sound system, alat
canggih bukan zaman antik
Seperti berbisik
tapi bukan mengaung
Suaranya cukup
keras, sayangnya tidak indah, tidak merdu.
Yang ada, “hanya
mengganggu saja!”
Toke...toke...toke...
Bella 2012
Mungkin hal ini
perlu
Cinta...
dirangkai dari lima huruf,
Komposisi dari
kasih sayang,
dicampur suka
bertabur rindu
Santapan hati,
katanya
Senior bilang
cinta itu butuh
Junior bilang
cinta itu penting
Mungkin hal ini
perlu,
Cinta itu indah
Mungkin juga hal
ini perlu,
Cinta itu
menyakitkan
Tetapi apakah
mungkin hal ini perlu,
Cinta itu buta
Atau bisa saja
mungkin hal ini perlu,
Cinta itu
kehidupan
Pada akhirnya
senior dan junior bilang,
Cinta itu
anugerah
Bella 2012
Doakan saja
Aku risau dengan
hal ini, goresan
Tak sekali pun
terbayang wabah itu, takut
Mencoba
menghindar seolah terngiang
Terpantul dari
hati terungkap
Aku tau dengan
hal ini, berontak
Cabikkan tak
mampu melawan kesanggupan
Tak mengenal
tanya dibalik rasa
Bagaimana hal
itu terjadi
Sekeras mungkin
berpegang napas dada
Berperang
perasaan dan pikiran
Jauh dalam
gelonggongan nadi
Tersimpuh duka bahagia
terhuyung dan tersenyum
Doakan saja.
Bella 2012
Batu
Menurutku batu
adalah kehidupan,
Sakit jika
tersandung, penat jika terdiam.
Apa aku salah
memilih? Terlalu bodohkah aku?
Menyakiti dan
disakiti terlalu tipis,
Tidak.
Lebih tepatnya
lagi pengakuan dosa.
Jika di izinkan,
Buatkan aku
penghalang yang lebih tebal...
Sekarang, apakah
pasrah sudah pada waktunya?
Melamun,
melamun, melamun, menangis.
Sewajarnya
memilih itu demi kebaikan. Ini, memilih itu salah.
Jika di izinkan,
Buatkan aku
penghalang yang lebih tebal...
Bella
2013
Banjir
Hujan... jika perlu, bawalah angin untuk
menghapus debu.
Debu... sampaikanlah terima kasih,
kecuplah angin. Bisikanlah,
Itu kau, datang membawa kabar gembira
bagi sekawanan penanam hijau.
Itu kau, pemuas haus bagai alat tak
asing untuk di lihat. Tapi,
Itu bukan kau, pengiring tanah ambruk.
Tapi,
Itu bukan kau, pencampur air keruh 3
meter disana, Jakarta.
Tapi kau, pelaksana air keruh itu,
Tapi kau, pencemar sekawanan hijau itu.
Manusia.
Bella 2013
42
Namaku 42
Permulaan dari
sebuah keputusan
Kekeluargaan
cara 42 menyatukan keanekaragaman
Bukan referen 42
mengejar sempurna
Polos, bodoh,
kami tau ini alasan.
Menyatu padukan
dalam sebuah kehidupan persis wacana,
terbilang halus
bahkan terasa sedikit sakit, tapi murni, indah.
Kami tau ingin
jadi apa, bukan apa yang ingin kami tau
Selera
terkatakan tak pernah berdusta, kami jalani merubah suatu alasan
Dengan
nada kami siap mengetuk merdu, dengan derap kami siap memaju
langkah, dengan hati kami siap membuka niat.
Bella
2013
Impas
Toh, kamu
seperti itu, dibalik bajumu yang indah, terselip dendam, entahlah
Impas...
Semanis mungkin
aku meracik kata-kata, dibalas pahit dengan kalimat
Impas...
Indah niat
awalku, berakhir hancur bagai butiran pasir, terhinis mulutmu
Impas...
Aku tau, aku
seperti menjadi bodoh menguak semua ini,
Menunggu pesawat
di pelabuhan...
Kau sudah
meminta, aku janji mengabulkan,
Sekali lagi aku
tak ingin ingkar janji...
Tak mengapa
bagiku, tapi mengapa bagimu, bagi dia,
Bagiku, kau, aku
dan dia, sama saja.
Tak ku sangka
Bella 2013
Saudara
kandungku
Buat
: Ades Silvi Hamidah
Wajahmu
memancarkan aura kesabaranmu dalam setiap jejak niatmu
Setiap nafas kau
alunkan asma-Nya,
Kebersamaanmu
dengan-Nya tergenapi dalam tingkahmu
Tujuanmu jelas
tertancap dalam setiap butiran-butiran air matamu
Iri jika
memandang hatimu, meskipun sekilas saja
Adikku, ingatlah
pepatah emak kita.
Adikku, berdirilah
dan terus tegak dalam medan perang ini, ikutilah,
Kau anak tegar.
Bella 2013
Realita cinta
Buat
: ’11.45
Sayang, aku
memang ada, tapi sepertinya kau menganggapku tak ada
Tak merasakah
hingga kini aku mulai memujamu, sayang
Menyiapkan
segenap kasih dalam aliran nadimu
Simpanlah aku
dalam goresan memorimu
Jangan sekalipun
kau mengenang memori bersamaku
Karena ku tau
memori tak pantas dikenang, tapi akan kita jalani
Harapanku selalu
ingin memperbanyak langkah bersamamu
Ini bukan
sekedar embel-embel atau basa-basi
Bukan posesif
ini realita cinta hanya selektif
Jika kau yakin,
Hingga kini aku
benar-benar ingin memujamu, tak merasakah sayang ?
Bella 2013

Comments
Post a Comment