Skip to main content

Contoh Esai Cerpen berjudul Rokhmat : Re-Upgrade Identitas Bangsa Indonesia

Re-Upgrade Identitas Bangsa Indonesia
oleh Nurbella Aprianti Rizkyna

Pada hakikatnya, bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Tanpa identitas, negara pun tidak akan terwujud. Artinya bahasa merupakan alat pemersatu bangsa yang harus dibudayakan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sudah sepatutnya, kita sebagai bangsa indonesia menjunjung tinggi martabat bahasa kita sendiri, yaitu bahasa indonesia. Sebagai bukti pengamalan poin ketiga sumpah pemuda yang diucapkan tegas oleh para pemuda bangsa Indonesia.  Pengamalan pun bukan hanya untuk sekedar diamalkan, tetapi harus dijadikan sebagai media pokok dalam berlangsungnya proses berinteraksi, karena  bahasa berperan penting sebagai alat untuk berkomunikasi dalam proses interaksi.

Di zaman serba matrelialistik ini, sebagian orang yang memiliki paham hedonisme, tuntutan fashion sangat diutamakan, bahkan taraf ‘kegengsian’ pun dinaikkan. Begitu juga dengan kedudukan bahasa, karena takut ketinggalan zaman, bahasa bunda pun dilupakan.
Miris sekali ketika banyak penyimpangan tentang penggunaan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar, seperti halnya yang terjadi ditengah-tengah khalayak umum. Kata “gue, elu, makacih, cius, mi apah” lebih akrab dengan mereka. Menurut mereka menggunakan bahasa alay lebih keren dan gaul dibanding dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Memang, bukannya tidak boleh menggunakan bahasa alay, tetapi harus bisa menempatkannya.  Mungkin Hal itulah itulah yang menjadi motif Hernowo mengarang cerpen ini, dan yang diharapkan agar pembaca dapat menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkata. Lihat cuplikan cerpen di bawah ini :
 “Anak-anaku, meskipun kelak kalian menjadi orang sukses, berpangkat, dan kaya raya, ingatlah tentang bahasa yang kalian gunakan. Apabila bahasa yang kalian gunakan berantakan dan kasar, niscahya kesuksesan, pangkat, dan kekayaan kalian tidak dapat menolong kalian untuk meraih derajat yang tinggi”. 
Cuplikan tersebut menginggatkan kita akan keadaan anak muda zaman sekarang, yang sudah tidak lagi mengindahkan bahasa daerahnya. Seiring berjalannya waktu, lambat laun bahasa sendiri mulai dihilangkan bahkan terlupakan, digantikan dengan bahasa-bahasa baru, seperti bahasa alay ataupun bahasa yang sering kita lihat dalam tulisan berupa bahasa singkatan, bahasa campur aduk dengan bahasa asing, variasi dengan simbol-simbol, dan ada variasi dengan angka. Apa jadinya, kalau keadaan terus seperti ini. Mungkin bisa seperti yang disampaikan oelh Hernowo dalam cerpennya, kesusksesan, pangkat, dan kekayaan tidak akan menolong, dalam arti lain tidak akan mendapatkan yang baik, jika bahasa yang digunakan berantakan dan kasar. Nah, bagaimana kita mendapatkan hal baik, kalau bahasa sendiri saja tidak diaplikasikan dengan baik?.
            Dewasa ini dalam merestorasi identitas bangsa Indonesia bukan merupakan sesuatu hal yang sangat mudah, hal ini disebabkan oleh bangsa itu sendiri yang kurang memiliki rasa nasionalisme. Maka dari itu dalam upaya melestarikannya, bahasa indonesia dijadikan sebagai mata pelajaran.
Seperti halnya yang berkaitan dengan merestorasi identitas bangsa, dalam cerpen yang berjudul “Rokhmat” karya Hernowo ini mengisahkan tentang guru bahasa indonesia yang ingin menjadikan bahasa indonesia sebagai mata pelajaran yang bergengsi. Karena selama ini banyak masyarakat khususnya kaum pemuda yang beranggapan bahwa bahasa indonesia terpuruk menjadi mata pelajaran kelas kambing, dan memang mereka lebih percaya diri dan bangga mengklaim bahasa lain. hal ini dapat dibuktikan dengan cuplikan,
 “Untuk apa saya belajar bahasa indonesia pak, jika sehari-hari saya menggunakan bahasa itu,” demikiaan kira-kira alasan para siswa  yang kurang bergairah mengikuti kelas bahasa Indonesia.



Oke, Berbicara tentang cerpen tidak semudah menelapakan tangan, memahami cerpen membutuhkan sebuah pencakar yang sangat tajam untuk mengulik makna yang terkandung didalamnya, dan tentunya membutuhkan konsentrasi penuh dalam membacanya. Cerpen merupakan genre dalam prosa fiksi yang mempunyai sifat faktual imajinatif. Artinya pengarang tidak semata-mata menulis cerpen tanpa memahami kedalam kenyataan yang dirasanya, didengarnya, dilihatnya atau pun yang dihadapinya, tetapi pengarang menggunakan imajinasinya sebagai modal utama dalam proses meracik sebuah karya sastra (prosa fiksi).
Cara Hernowo dalam mengarang cerpen ini yaitu dengan membangun imaji visual yang berperan sebagai pengamat. Kelihaian Hernowo juga terlihat pada pemilihan gaya bahasa yang digunakannya,  yaitu bahasa sehari-hari dan secara keseluruhan tidak menggunakan majas, sehingga pembaca lebih mudah dalam menguak makna yang terkandung di dalam cerpen ini.



Comments

Popular posts from this blog

Esai tentang Puisi Raksasa (Putu Wijaya) karya Bella Raffabani

Raksasa Metropolitan oleh Nurbella Aprianti Rizkyna Raksasa? Metropolitan? Sejak kecil, sosok raksasa sering didengar pada cerita atau dongeng yang diperdengarkan oleh emak sebelum tidur, untuk sekedar ‘nyingsieunan’ . Raksasa sering dikatakan sebagai sosok makhluk jahat, badannya tinggi, dan besar, serta memiliki wajah yang seram, katanya. Tetapi pada kenyataannya, definisi tersebut masih menjadi tanda tanya besar  tentang kemutakhirannya. Belum ada orang yang menyatakan secara pasti tentang gambaran sosok raksasa yang sebenarnya. Sosok raksasa sering hadir pada dongeng-dongeng atau pun cerita anak yang cenderung selalu menjadi tokoh antagonis dan pastilah anak kecil yang menjadi sasaran. Seperti pada kutipan puisi ‘Raksasa’ berikut ini, ‘Di dalam mimpiku ada raksasa Taringnya sebesar pohon kelapa Kepalanya gundul sekeras baja Dari Mulutnya menyembur kata-kata jahat.....’ Sehingga tak wajar ketika mengucapkan kata raksasa anak-anak sering ketakutan, tanpa mere...

PEPATAH EMAK/NASEHAT/MOTIVASI DIRI

  Kata Emak, jalani hidup itu yang biasa-biasa saja, karena yang penting itu hidup tenang dan damai. Meskipun hidup biasa-biasa saja kadang memang selalu direndahkan dan tak dihargai orang. Tapi awas jangan memaksakan kehendak dan kemauan yang bersifat konsumtif saja😉 Biaya hidup sama dengan gaya hidup. Kalau gaya hidup sudah tinggi, biaya hidup juga tinggi. Jadi gaji sebesar apapun kalau gaya hidupnya tinggi ya nggak akan cukup. Untuk itulah emak selalu bilang untuk selalu bersyukur dalam hal apapun kepada cucu-cucunya, termasuk kepadaku yang sampai saat ini omongan itu selalu aku pegang. Pernah suatu hari omongan itu benar-benar menjadi cermin di saat hari gajian tiba, aku dan temanku yang menerima gaji di tanggal yang sama selalu mengeluh dengan gaji yang dia terima. Padahal kalau mau dibandingkan dengan gajiku, gajiku masih jauh di bawah dia. Yah gaji dia lebih tinggi daripada gajiku. Tapi kenapa dia selalu mengeluh? Ternyata jawabannya karena duit dia habis untuk ini dan itul...

Naskah Drama "TOPENG " karya Bella Raffabani

       Setelah layar dibuka, tampak seorang pria dengan tatapan yang kosong sedang duduk dengan tangannya yang terikat, di depan pria yang memakai topeng . Sesekali orang tersebut menangis, lalu terdiam dan menundukkan kepalanya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba pria bertopeng mengangkat pistolnya sambil berteriak lalu ia menembak pria yang sedang duduk tersebut. Setelah itu suasana menjadi hening dan tirai ditutup kembali. BABAK   I ADEGAN 1        Di sebuah ruang interogasi, tepatnya di kantor polisi , tampak 2 orang polisi yang sudah siap untuk mendengarkan seorang lelaki yang hendak ingin membuat kesaksian. Beberapa foto yang menjadi bukti berserakan di meja. Kusuma Baiklah, kami akan mendengarkan kesaksian anda. Herman Iya pak. Jadi begini, Tepatnya malam itu sekitar pukul 22.00 WIB, ketika saya ingin pergi ke swalayan untuk membeli makanan, tiba-tiba saya melihat seorang wanita dan seorang anak y...