Skip to main content

KMPULAN PUISI ANTOLOGI JEJAK II

 

Bukan permainan

  

Belaian tangan alam menggugah tidurku

Memaksa  bengis mengorek kalbu

Menanam makna ........

Jatuhkan dada........

Mata merah memacu jantung

Kepalan tangan ...!!!!

Jiwa yang terapung

Diri yang tak bertuan......!!!!!

Bebas laksana ombak

Teguh menyaingi karang

Angin yang menangis

Terkubur di remang remang.......

 

 

 

Kaka,2013

 

 

 

 

 

 

 

 

Entah

Terdengar di kegelapan

Suara yang menngelitik telinga

Entah nyanyian atau tangisan

Entah bualan atau kebenaran

Sudut malam menyudutkanku

Mengangkat kedua ujung bibirku

Lidah bergerak suara terdengar

Mungkin dia sakit gigi.......

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanpa judul

 

Setitik noda  hadirkan seribu maaf

Setitik ingin hadirkan berjuta perjuangan

Setitik air hadirkan kehidupan

Setitik jerawat berjuta kerinduan

Rindu yang membuat pipi merah

Rindu yang membuat hati gelisah

Rindu terkelupas............

Tangan bergandengan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku

Ini aku bukan kamu

Itu kamu bukan aku

Aku dan kamu jelas berbeda

Tapi kamu membuat aku sama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harap

 

Berangkat dari masa lalu

Berbekal mayat pengharapan

Ku terus melangkah dengan kaki telanjang

Menapak air yang berubah bentuk

Satu niat berteman tekad

Menatap esok tangan berjabat

Kuharap kau menyambut

Mengisi kosong relung yang mengangah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kampanye

 

Keindahan tak selamanya indah

Pikiran berkuasa menuhankan hasrat

Mutiara mutiara yang  berbentuk kata

Berkait menelan fakta

Hati hanya jadi babu logika

Keteguhan jadi bisnis menjanjikan

Persetan dengan teman

Persetan dengan lawan

Antrian derita siap disulap

Menjadi suara yang romantis

Menjadi gigi yang putih bersolek

Menjadi abjad seharum mawar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ngumbara

 

Ngumbara neangan tapak

Ngahotal langit katujuh

Jalma deungeun mesakan angin

Jang bekel piken hirup dilembur

Tikajauhan ningali gunung

Endah reueus ngogo panon

Najan hate ker bayengyang

Najan rungsing ker ngekeupan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rasa

 

Nada yang tak lagi bersuara

Kurindukan dibalik sepi

Rindu yang telah lama bermuara

Meminta jatah bertemu pujaan hati

Ombak dalam diri terus bergemuruh

Karang karang tak lagi tegar

Ku ingin temui kekasihku

Lepaskan segala tabungan rinduku

Nonaku,kekasihku...

Nonaku,sayangku....

Nonaku,cintaku...

Nonaku,manisku.....

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

05.20

Jauh nampak jarak

Dekat nampak kertas

Teori membabi buta

Jatuhkan lingkaran detik

Aku rindu,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Bagaimana ini?

Ingin kumakan jarak terbentang

Ingin kuperdengarkan  gemuruh ombak  dadaku.....

Jika dingin masih bertahta

Slimutilah aku....

Jika semak halangi pandanganmu

Diam bukan pilihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Masih tetap

Senyum renyah bibirmu

Temani gelap dan terangku

Suaramu yang khas

Adalah suplemen  hari hariku

Cintaku.....hatiku berkata

Pagi ini bukan pagi itu

Angin ini bukan angin itu

tapi hati masih tetap pagi itu.....

hilangkan  ..??????!!!!!!!!!

????.....!!!!!!!.....??????

!!!!!!!...???????.....!!!!!!!!!!

Cintaku,aku menyayngimu................

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Duka

 

Tanpa embun

Tanpa daun

Alamku menangis

Hatinya teriris

Lantai ini taklagi ramah

Lantai ini taklagi indah

Seranganmu bukan inginmu

Sedihmu bukan dukamu

Jernih hijaumu kau sembunyikan

Manis anginmu kau dahagakan

Nyanyian kawanmu kau kuburkan

Tawa bahagiamu pamit berhamburan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Malam

 

Gunung gunung yang tak berbaju

Mega mega berkemas pamit pulang

Sang hitam mulai berkuasa

Sang putih berselimut menutup diri

Sinar sinar yang dibuat indah

Bikin iri surya yang lantas pergi

Suara seruling begitu sumbang

Saingi alam yang sedang berdendang

Roda roda berhenti berputar

Sejenak rehat melepas jarak

Panji panji yang telah memudar

Bersolek menari gumamkan sajak

Indah karya MU, Puji untuk MU

Lidah bersilat, Diri bertaubat

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Bukan

Nafsuku melemahkanku

Logika taklagi bisa berkata

Hati yang kaku menghantam batu

Satu indra menjadi raja

Mengalirlah.....

Terjatuhlah....

Meneteslah....

Jika itu adalah pilihan

Pasukan bintang memeki bulan

Gemuruh air membela malam

Tangisan bukan tahanan

Bebaskan,lepaskan.....!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leungen

Leungen nyimpang dina pesak

Kokoreh neangan dunya

Jempol nyiwit kana cinggir

Embung eleh ngagulken ka dunungan

Siku ceurik tebisa walakaya

Hayang  ngariung nunjuken diri

Nasib memang  lain menang pamenta

Iwahing karya gusti anu sajati

 

Comments

Popular posts from this blog

Esai tentang Puisi Raksasa (Putu Wijaya) karya Bella Raffabani

Raksasa Metropolitan oleh Nurbella Aprianti Rizkyna Raksasa? Metropolitan? Sejak kecil, sosok raksasa sering didengar pada cerita atau dongeng yang diperdengarkan oleh emak sebelum tidur, untuk sekedar ‘nyingsieunan’ . Raksasa sering dikatakan sebagai sosok makhluk jahat, badannya tinggi, dan besar, serta memiliki wajah yang seram, katanya. Tetapi pada kenyataannya, definisi tersebut masih menjadi tanda tanya besar  tentang kemutakhirannya. Belum ada orang yang menyatakan secara pasti tentang gambaran sosok raksasa yang sebenarnya. Sosok raksasa sering hadir pada dongeng-dongeng atau pun cerita anak yang cenderung selalu menjadi tokoh antagonis dan pastilah anak kecil yang menjadi sasaran. Seperti pada kutipan puisi ‘Raksasa’ berikut ini, ‘Di dalam mimpiku ada raksasa Taringnya sebesar pohon kelapa Kepalanya gundul sekeras baja Dari Mulutnya menyembur kata-kata jahat.....’ Sehingga tak wajar ketika mengucapkan kata raksasa anak-anak sering ketakutan, tanpa mere...

PEPATAH EMAK/NASEHAT/MOTIVASI DIRI

  Kata Emak, jalani hidup itu yang biasa-biasa saja, karena yang penting itu hidup tenang dan damai. Meskipun hidup biasa-biasa saja kadang memang selalu direndahkan dan tak dihargai orang. Tapi awas jangan memaksakan kehendak dan kemauan yang bersifat konsumtif saja😉 Biaya hidup sama dengan gaya hidup. Kalau gaya hidup sudah tinggi, biaya hidup juga tinggi. Jadi gaji sebesar apapun kalau gaya hidupnya tinggi ya nggak akan cukup. Untuk itulah emak selalu bilang untuk selalu bersyukur dalam hal apapun kepada cucu-cucunya, termasuk kepadaku yang sampai saat ini omongan itu selalu aku pegang. Pernah suatu hari omongan itu benar-benar menjadi cermin di saat hari gajian tiba, aku dan temanku yang menerima gaji di tanggal yang sama selalu mengeluh dengan gaji yang dia terima. Padahal kalau mau dibandingkan dengan gajiku, gajiku masih jauh di bawah dia. Yah gaji dia lebih tinggi daripada gajiku. Tapi kenapa dia selalu mengeluh? Ternyata jawabannya karena duit dia habis untuk ini dan itul...

CONTOH SURAT LAMARAN KERJA DAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP (CURICULUM VITAE)

A. SURAT LAMARAN KERJA Tasikmalaya , 23 Mei 2016 Kepada : Yth . Kepala PT. ............................ d i Tempat Dengan Hormat, Dengan ini saya membuat permohonan lamaran pekerjaan untuk menjadi karyawan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin . A dapun data pribadi saya sebagai berikut :   n ama                                                           : .................... (Isi sendiri :D) t empat dan t anggal l ahir                            : ...................... , .................... (Isi sendiri :D) j enis k elamin        ...